Jakarta (lasdipo.co) – Hari ini kami mendapatkan
broadcast dari banyak media social terkait definisi “Islam Radikal” yang
berganti lagi. Kini kata radikal artinya berubah menjadi anti Syiah dan
anti Islam Liberal, dan katanya ingin mengubah dasar NKRI.
Sebuah definisi picik yang tak berdasar, dan lucunya
mereka membawa nama negara yang cinta negara-pun tak ada dalam hati
mereka. Ketika menilik arti kata Radikal dalam Kamus Besar Bahasa
Indonesia maka akan kita dapati definisi sebagai berikut Radikal; Secara mendasar (sampai kepada hal yang prinsip): perubahan yang –;2 Pol amat keras menuntut perubahan (undang-undang, pemerintahan); 3 maju dalam berpikir atau bertindak;
Maka jika ada kata Islam Radikal itu berarti Islam
yang mendasar, Islam yang murni, bukan Islam yang sudah tercampur
busuknya mulut Ulama Su’, baunya sampah Liberal dan lain sebagainya.
Islam yang Radikal adalah Islam yang maju dalam berpikir dan bertindak.
Toh banyak sekali kita dapati kesesatan Syiah dan
Liberal yang telah jauh menyimpang hingga membuat mereka kafir, dan yang
pasti mereka bukan Islam, bukan Islam dan tidak cinta Indonesia.
Ketidak konsistenan pemerintah hari ini semakin
memperkeruh suasana yang mulai panas di Indonesia. Sepertinya tak mau
kalah dengan Kepolisian Indonesia yang lebih dulu belepotan mulutnya
dengan kebohongan-kebohongan terkait isu-isu Terorisme, dan banyak lagi
kebohongan amatir ala Polri.
Lama-lama masyarakat pun muak dengan Demokrasi dan
Pemerintahan yang semuanya tak ada bedanya, penuh kotoran-kotoran
menjijikkan yang hewanpun tak mau, kecuali Babi.
Di akhir zaman ini memang banyak sekali orang yang
bodoh menjadi panutan sedangkan yang pintar malah dibuang, yang khianat
jadi pemimpin yang amanah dipenjarakan. (dbs/lasdipo)




No comments:
Post a Comment