Sapi dijual di pasar hewan di Sampang, MTVN - Agus Josiandi
Sampang: Ratusan ekor sapi di Sampang, Madura, Jawa Timur, mengalami gangguan reproduksi. Banyak sapi tak bisa bunting. Beberapa lainnya bahkan keguguran sebelum beranak.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (DKPP) Sampang, Halifatul Ummah, mengatakan petugas menemukan 585 sapi mengalami gangguan reproduksi pada 2015. Lalu pada tiga bulan pertama 2016, 17 sapi mengalami hal serupa.
Petugas menemukan faktor ekonomi menjadi masalah peternak untuk mengembangbiakkan sapi-sapi itu. Para peternak mengaku tak memiliki uang untuk memeriksaan ternak ke dokter hewan.
"Alasan peternak tidak memeriksa sapinya karena faktor biaya, padahal petugas kesehatan hewan tidak mematok biaya," ujar Halifatul Ummah, Rabu (23/3/2016).
Ia menuturkan faktor-faktor yang mengakibatkan gangguan reproduksi hewan ternak. Beberapa di antaranya yaitu kelainan anatomi tubuh dan serangan bakteri serta virus.
"Bisa juga dipengaruhi oleh pakan ternak. Sapi kerap juga rentan mengalami gangguan reproduksi karena pengaruh jamu," sambungnya.
Di Sampang, peternakan sapi tersebar di 14 kecamatan. Kasus gangguan reproduksi paling banyak ditemukan di empat kecamatan, yaitu Karang Penang, Camplong, Robetal, dan Tambalengan.
"Di empat kecamatan itulah minim pakan ternak," ungkap Halifatul Ummah.
Ia mengaku mengerahkan petugas memberikan penyuluhan pada peternak. Petugas memberikan pengobatan, pakan, dan vitamin secara gratis ternak. Salah satu vitamin merangsang hormon hewan yang mengalami gangguan reproduksi.
Sumber : Metrotvnews.com




No comments:
Post a Comment