Pages

Politisi Nasdem Bilang Kenaikan Biaya STNK 3x Lipat Tak Rugikan Rakyat


Politisi Partai Nasional Demokrat (NasDem), Taufiqulhadi menilai kenaikan 2-3 kali lipat untuk tarif pengurusan STNK dan BPKB kendaraan roda dua dan empat yang akan berlaku 6 Januari 2017 merupakan hal wajar dan tidak merugikan rakyat.

“Itu berkaitan dengan inflasi dalam konteks penyesuaian harga terhadap situasi perkembangan dalam perekonomian yang sudah berjalan,” kata Taufiqulhadi di Jakarta, Rabu (04/01/2017).
Ia juga menambahkan, kenaikan harga untuk mengurus STNK dan BPKB tidak akan berdampak negatif bagi masyarakat selama pelayanan berjalan baik dan bagus.

“Kenaikan-kenaikan seperti itu gak ada dampak negatif selama pelayanan baik. Tapi kalau pelayanan tidak baik, masyarakat tidak puas. Jadi saya harap, pelayanan harus ditingkatkan,” kata anggota Komisi III DPR RI itu.

Untuk sosialisasinya, sambung dia, tidak perlu dilakukan seperti sosialisasi sebuah Undang-Undang.
“Biasanya kenaikan tersebut tidak seefektif seperti sebuah UU yang bisa mencapai satu tahun. Ini kenaikan retribusi, pajak, itu sosialisasi tak lama. Hanya pemberitahuan saja sudah cukup dan langsung efektif,” kata Taufiqulhadi.

Hal berbeda, sebelumnya, diungkapkan oleh Anggota Komisi III DPR RI, M Syafii. Pria yang biasa dipanggil Romo Syafii itu mengatakan kenaikan tarif pengurusan STNK dan BPKB hingga 2-3 kali lipat membebani rakyat dan membuktikan ketidakmampuan pemerintah untuk mendapatkan pemasukan negara dari sektor produktif.

“Kita kan sudah mengetahui, ‎pemerintahan Jokowi memang tidak akan bisa menciptakan pemasukan negara dari produk-produk barang, dari ekspor. Jadi memang peluang pemasukan negara oleh pemerintahan sekarang ini ya memang dengan cara membebani rakyat,” katanya, Senin (02/01/2017).

Sumber : Eramuslim.com

No comments:

Post a Comment

 

Youtube Update

On Facebook

Most Reading

Powered by Blogger.