Ribuan umat Islam berbondong-bondong
ikut serta dalam “Aksi Umat Peduli Jakarta” di Patung Kuda Monas, Ahad
(5/2/2017). Aksi yang diikuti oleh elemen Umat dan Ormas Islam ini merupakan
rangkaian aksi Bela Ulama sebagai respon atas upaya mengkriminalisasi Islam,
Ulama dan Ormas Islam yang akhir-akhir ini sedang gencar diopinikan.
DPP Hizbut Tahrir Indonesia, Ustadz
MR Kurnia, dalam orasi politiknya dihadapan ribuan massa yang hadir mengatakan,
jika ditelaah, saat ini ada satu kata yang sedang terjadi di negeri ini, yaitu
Kriminalisasi.
Pertama, kriminalisasi terhadap
ajaran Islam. “Tengok ketika Umat Islam menyatakan, menurut syariat Islam yang
bertebaran dalam kitab ulama bahwa Haram Pemimpin Kafir, malah dianggap
mengganggu keberagaman,” ungkapnya.
Kedua, kriminalisasi terhadap ulama,
dan aktifitas dakwah Islam. MR Kurnia menegaskan Islam tidak mungkin berkembang
tanpa aktifitas mendakwahkannya, dan peran ulama.
“Sekarang ini sedang terjadi
kriminalisasi terhadap ulama dan pengemban Islam. Mereka yang mendakwahkan
Islam dianggap mengganggu kebhinekaan,” cetusnya.
Ketiga, kriminalisasi terhadap
organisasi Islam. Menurutnya, tidak mungkin berjuang itu sendiri, harus
bersama-sama. Ormas Islam yang teguh membela Islam dan tak pernah takut
terhadap pencela Islam dihadang dengan UU pembubaran Ormas Islam.
Dia menambahkan, meski begitu,
meniru para sahabat, semakin umat Islam ditekan, mereka semakin rindu syurga.
“Semakin umat Islam diinjak-injak,
umat ini semakin mendidih aqidahnya. Semakin besar tekanan, justru semakin
mengokohkan iman, karena mereka pecinta Allah, pecinta Rosulullah, pecinta
Ulama, Allahu Akbar…!” teriaknya disambut pekikkan takbir ribuan massa yang
hadir.
Jadi saat ini, terang MR Kurnia,
sedang terjadi tiga kriminalisasi. Hanya ada satu cara melawannya, umat Islam
tidak boleh terpecah belah. Ulama harus bersatu, ormas islam harus bersatu.
Karena dibalik mereka yang memusuhi Islam ada imperialis kafir penjajah.
“Saudara sekalian, antum sekalian
anak cucunya Umar bin Khattab, antum sekalian anak cucunya Salahuddin Al-Ayubi,
antum sekalian anak cucunya Al Fatih, tidak akan gentar terhadap yang yang
mengkriminalisasi Islam, tidak akan gentar terhadap yang mengkriminalisasi
Ulama dan pengemban Islam,” kata MR Kurnia dalam orasinya.
“Kalian adalah orang-orang yang
cinta terhadap akhirat. Allah Ma’ana.… Allah Ma’ana… Allah
Ma’ana.. Allah Bersama Kita…Allah bersama kita… Allah Bersama Kita…,”
pungkasnya disambut pekikkan gemuruh takbir.





No comments:
Post a Comment