Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) menggelar syukuran sehari setelah Pilgub DKI 2017. Ketua ACTA Krist Ibnu mengatakan syukuran digelar karena, berdasarkan hasil hitung cepat, pemilih yang tidak mencoblos Ahok lebih banyak.
"Hasil hitung cepat Pilgub DKI Jakarta 2017 menunjukkan pemilih lawan Ahok jauh lebih banyak dari pemilih Ahok dengan perbandingan sekitar 57% berbanding 43%. Secara de facto sudah terbukti jika pendukung Ahok sudah kalah jumlah," kata Krist di Posko ACTA, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (16/2/17).
"Kami harapkan Pak Ahok bulan April akan kalah karena bersatunya pendukung nomor satu dan nomor tiga," ujarnya.
Dia menegaskan, sejak awal, ACTA sudah mengambil posisi tidak mendukung Ahok. Aneka upaya lewat jalur hukum sudah dilakukan.
"Kami sudah lakukan sejak Agustus kemarin tentang masalah cuti kampanye belum ada putusannya dari MK. Kedua, kita sudah praperadilan di PN Jaksel untuk kasus Sumber Waras. Ketiga, Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara. Yang keempat, kami ke Ombudsman melaporkan mengenai surat pengangkatan Ahok ke Kemendagri. Kalau nggak salah, Mendagri sudah dipanggil Ombudsman untuk dimintai keterangan. Kami apresiasi karena begitu cepatnya, karena kami daftarkan hari Selasa hari ini sudah dipanggil," jelasnya.
"Nanti bulan April itu siapa yang paling tinggi, kita juga harus secara kesatria, kalau ternyata hasil KPUD DKI menyatakan Ahok menang ya kita akan berikan selamat, gitu kan," ungkap Krist.
"Cuma kalau proses hukum berjalan ya biarkan saja, jangan mentang-mentang dia gubernur terus selesai," pungkasnya.
Sumber : Detik.com





No comments:
Post a Comment