Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab
mengatakan bahwa proses pemeriksaan oleh penyidik Polda Jawa Barat sudah
dijalankan dengan profesional.
Menurutnya, dari pertanyaan yang
disampaikan, sudah pada jalurnya dan tidak melenceng dari sangkaan
terkait penistaan Pancasila dan pencemaran nama baik Presiden pertama
Soekarno.
“Semua berjalan bagus, penyidiknya
juga baik, menyampaikan pertanyaannya juga fokus,” kata Rizieq di
Mapolda Jawa Barat, Jalan Soekarno Hatta Kota Bandung, Jawa Barat, Senin
13 Februari 2017.
Kendati demikian, Habib Rizieq enggan
menjelaskan lebih rinci soal hal yang ditanyakan penyidik. Menurutnya,
proses pemeriksaan sejak pagi fokus pada Pancasila. “Setelah
pemeriksaan, kita ketemu semua. Kita bincang-bincang soal Pancasila,
lahirnya Pancasila, bagaimana Pancasila sebagai dasar,” kata dia lagi.
Habib Rizieq masuk ke ruang Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Barat pukul 09:05 WIB pagi tadi.
Kepada media, Habib Rizieq menyatakan siap menjalani pemeriksaan
dengan kondisi jasmani dan rohani yang baik. Dia juga membawa tesisnya
yang berjudul “Pengaruh Pancasila terhadap Penerapan Syariat Islam”
untuk diserahkan kepada penyidik.
“Saya bawa tesis, tentang pengaruh Pancasila, kita akan serahkan untuk nanti bisa dilihat dan dipelajari,” kata Habib Rizieq.
Polda Jabar telah dua kali mengirimkan surat panggilan pemeriksaan
kepada Habib Rizieq. Surat pertama dikirim untuk agenda pemeriksaan pada
Selasa, 7 Februari 2017. Namun dia tak hadir dengan alasan kelelahan.
Surat panggilan kedua dikirim pada Rabu lalu untuk agenda
pemeriksaan pada Jumat, 10 Februari 2017. Namun Habib Rizieq telah
menolak hadir.
Habib Rizieq dilaporkan Sukmawati Soekarnoputri, putri Sukarno
kepada Mabes Polri dengan tuduhan penghinaan kepada Pancasila. Mabes
Polri lalu melimpahkan kasus itu kepada Polda Jabar pada November 2016.
Dasar pelaporan adalah video yang menayangkan ceramah Habib Rizieq di hadapan anggota FPI di Lapangan Gasibu, Kota Bandung pada tahun 2011. Ceramah Habib Rizieq dianggap menista Pancasila dan menjelekkan Proklamator Indonesia, Soekarno.
Sumber : Ceramahmotivasi.com





No comments:
Post a Comment