Dua hari ini, jagat Twitter masih dihangatkan dengan kicauan Ernest
Prakasa yang memfitnah Dr Zakir Naik. Ernest menyebut Dr Zakir Naik
terang-terangan mendanai ISIS.
Rupanya, bukan hanya Ernest yang melontarkan fitnah. Sejumlah Ahoker juga ditemukan suka memfitnah ulama dan umat Islam.
Mengapa Ernest dan Ahoker suka memfitnah? Sebuah pernyataan
mengejutkan dirilis oleh mantan misionaris yang kini menjadi Sekjen
Mualaf Center. Menurutnya, fitnah merupakan budaya non Islam yang biasa
digunakan penjajah.
“Fitnah itu budaya Non Islam, biasa digunakan penjajah sebagai taktik
dengan cara curang untuk menyebarkan misinya,” tulisnya, Selasa
(7/3/2017), melalui fan page Hanny Kristanto yang kini telah diikuti 83
ribu lebih pengguna Facebook.
Karenanya ia berharap Ahok dan Ernest datang ke acara Dr Zakir Naik mendatang sehingga bisa berdialog.
“in syaa Allah kehadiran Dr Zakir Naik bisa membawa suasana baru yang
lebih sejuk. Mengartikan dan meletakkan toleransi pada tempatnya untuk
merekatkan kerukunan umat antar beragama,” lanjutnya.
Hanny dulunya sangat membenci Islam. Ia pun merasa perlu mempelajari
Islam untuk menemukan kelemahannya. Namun hidayah menyapanya. Setelah
tiga tahun mempelajari Islam, ia berikrar syahadat di Mojokerto pada 28
Februari 2013.
Kini melalui dakwahnya bersama Mualaf Center, ratusan orang telah mengikuti jejaknya mengikrarkan dua kalimat syahadat.
Sumber : Eramuslim.com
Subscribe to:
Post Comments (Atom)





No comments:
Post a Comment