Tokoh nasional Rachmawati Soekarnoputri menyayangkan sikap Presiden
Joko Widodo yang tidak bersedia langsung menerima perwakilan pengunjuk
rasa 4 November.
Unjuk rasa 4 November adalah menuntut penegakan hukum atas dugaan
penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta (nonaktif) Basuki
Tjahja Purnama “Ahok”. Istana sendiri diminta tidak melindungi Ahok.
Mbak Rachma sapaan akrab putri Bung Karno ini mengungkapkan, sikap
Presiden Jokowi tersebut berbeda dengan Presiden pertama RI Soekarno.
“Presiden Jokowi jangan omdomelulu. Republik ini sudah recht vacuum, tidak ada keadilan hukum, sudah hilang rasa keadilan hukum,” ujar Mbak Rachma kepada redaksi, Sabtu (5/11).
Pendiri
Yayasan Bung Karno ini juga menyangkan, Presiden Jokowi baru
mengeluarkan pernyataan terkait demo 4 November pada pukul 00.10 WIB,
Sabtu dinihari.
“Buat apa baru komentar setelah usai demo akbar 4 November. Tidak
berani menerima utusan ulama, namanya pengecut, tidak ksatria,
berlindung di aparat.
Mbak Rachma menyebut, Presiden Jokowi lebih mementingkan bisnis
transportasi ke bandara Soetta daripada berdialog menerima pendemo yang
terdiri dari para ulama dan umat Islam yang jutaan jumlahnya seantero
nusantara.
“(Jokowi) pengecut bertameng kekuasaan, menutup telinga tidak mendengar aspirasi hati nurani rakyatnya,” imbuhnya.
Mbak Rachma menambahkan, Presiden Jokowi lebih mementingkan para
cukong-cukong, lebh memilih melindungi kepentingan-kepentingan raksasa
imperialis kapitalis dan pion-poinnya, ketimbang membela kepentingan
rakyatnya.
“Masih layakkah Jokowi memimpin Indonesia yang notabene sudah jadi negara kuli asing dan aseng!” tukasnya.
Sumber : Eramuslim.com





No comments:
Post a Comment